Dalam sebuah rumahtangga, hubungan intim bukan hanya untuk melampiaskan keinginan seksual antara suami dan istri saja namun juga untuk menjaga kelangsungan keturunan. Bagi pria, kesehatan sperma sangat penting jika ingin merencanakan memiliki bayi dengan pasangan.
Sebagaimana halnya dengan sel telur pada wanita, kualitas sperma juga menentukan tingkat kesuburan pria. Sperma yang sehat jika jumlahnya mencapai 20 juta per milimeter sperma atau mani. Kurang dari itu maka bisa dikatakan tingkat kesuburan pria kurang baik.
Untuk itu, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan apabila pria ingin menjaga kesehatan sperma.
Olahraga
Sperma yang sehat dan baik juga harus ditunjang dengan kondisi tubuh yang baik pula. Olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan baik. Tentu saja dengan olahraga teratur.
Para peneliti di Jerman melakukan riset yang membagi 280 pria yang tidak memiliki masalah kesuburan, dibagi menjadi empat kelompok. Kemudian dilacak kesehatan sperma mereka selama lebih dari 24 minggu.
Kelompok pertama tidak melakukan olahraga, sementara kelompok kedua melakukan olahraga treadmill selama 30-45 menit dengan intensitas sedang selama tiga kali seminggu. Kelompok ketiga melakukan treadmill selama 40-60 menit dengan intensitas tinggi dan terus menerus. Sedangkan kelompok terakhir melakukan sesi latihan dengan intensitas tinggi 10-15 menit selama tiga kali seminggu.
Hasilnya, tiga kelompok yang melakukan olahraga memiliki sperma yang lebih sehat dibandingkan dengan kelompok yang tidak melakukan olahraga sama sekali. Tiga kelompok pria yang melakukan olahraga menunjukkan perbaikan motilitas, bentuk, dan konsentrasi serta memiliki kerusakan oksidatif lebih sedikit untuk DNA dari sel sperma.
Namun, di antara ketiga kelompok tersebut, kelompok dengan olahraga dengan intensitas sedang memiliki sperma paling sehat. Sperma yang sehat juga sering dikaitkan "secara tidak langsung" dengan penurunan berat badan.
Untuk itu, bagi Anda para pria jangan tinggalkan olahraga. Lakukan olahraga minimal selama 30-45 menit, maksimal 60 menit, selama tiga kali seminggu agar sperma tetap sehat.
Jaga Berat Badan
Pria yang kelebihan berat badan dan menderita obesitas memiliki kualitas sperma lebih jelek dibandingkan dengan pria yang memiliki berat badan sehat. Kelebihan berat badan dan obesitas akan mempengaruhi hormon yang d apat mengurangi kesuburan dan ketertarikan pria akan seks.
Kelebihan berat badan dan obesitas juga membuat pria mempunyai masalah ereksi ketika berhubungan intim. Faktor berat badan berlebih dan obesitas inilah yang dapat mengurangi peluang pria untuk bisa subur.
Bagaimana solusinya?
Makan makanan sehat dan olahraga teratur.
Pola Makan Sehat
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan sperma pria seperti faktor lingkungan, fisik maupun pasikologis. namun, tahukah Anda bahwa apa yang Anda makan juga ikut mempengaruhi kualitas sperma pria.
Jika Anda merencanakan memiliki momongan bersama pasangan, tapi ada beberapa masalah maka saran terbaik adalah berkonsultasi kepada dokter ahli. Namun, sebelum Anda melakukannya cara ini bisa membantu Anda meningkatkan kualitas sperma.
Konsumsilah makanan yang mengandung Vitamin A, C, B12 dan E. Bahkan Vitamin C, B12 dan E merupakan zat antioksidan yang sangat bagus untuk meningkatkan produksi dan pergerakan sperma dengan memerangi radikal bebas berbahaya.
Hindari kebiasaan merokok, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, minum minuman beralkohol. Jauhi pula makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak tak jenuh tunggal seperti pada daging, daging olahan, sosis, ham dan mentega dapat menyebabkan kesehatan sperma yang buruk.
Hindari Stress
Menurut laporan para peneliti Columbia University’s Mailman School of Public Health and Rutgers School of Public Health, stress sangat berbahaya bagi kualitas sperma dan semen, mempengaruhi konsentrasi, bentuk serta kemampuan untuk membuahi sel telur.
Menurut American Society for Reproductive Medicine, kesuburan mempengaruhi kesuburan baik pria maupun wanita, di mana kualitas semen menjadi indikator kesuburan pria.
Bahkan hasil studi terbaru menunjukkan bahwa stress dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sperma pria dan menghambat perkembangan otak anak-anaknya.
Para peneliti menemukan bahwa orang dewasa, remaja atau bahkan anak-anak yang menderita kecemasan atau depresi bisa mengakibatkan perubahan genetik permanen pada sperma pria.
Cegah Infeksi Menular Seksual
Infeksi menular seksual, seperti yang disebabkan oleh jamur chlamydia maupun gonorrhea, bisa menyebabkan ketidaksuburan pada pria. Untuk menghindari itu, lakukan hubungan seksual dengan pasangan yang sah saja atau gunakan kondom setiap kali melakukan hubungan intim.
Komentar
Posting Komentar